Harapan Untuk Terumbu Karang

Masyarakat dunia baik dari kalangan  Lembaga Pemerintah maupun dari  Organisasi Non  Pemerintah  ikut terlibat dalam  perlindungan dan pelestarian Terumbu Karang. Refleksi dari  perhatian terhadap upaya tersebut  ditunjukkan dengan adanya berbagai  perencanaan dan pelaksanaan program pengelolaan  dan pemanfaatan terumbu karang  disertai berbagai  pertemuan diskusi dan pembahasan, kemudian  ditandai pula dengan ditetapkannya tanggal 24 Januari 2008 sebagai hari peringatan terumbu karang  internasional.
 Indonesia memiliki komitmen tinggi terhadap  upaya penyelamatan terumbu karang  dan menjadi  inspirator bagi negara-negara  lain di dan sekitar  “Segitiga Terumbu  Karang”  (Coral Reef Triangle)  dalam pencanangan program konservasi terumbu karang. Indonesia juga berupaya keras  menggulkan usulan inisiatif segitiga terumbu karang (Coral triangle inisative/CTI) yang telah dibahas dalam Konperensi Perubahan Iklim (Climate Changes Confference/CCC)  6-7 Desember 2007  di Bali sebagai tindak lanjut  deklarasi Pemimpin APEC di Sydney, Australia  9 September 2007. Terakhir  CTI ini dimasukkan dalam pertemuan tahunan inisiatif segitiga terumbu karang internasional  di Washington, USA 24 Januari 2008.

CTI ini yang dipelopori Indonesia dengan mendapat dukungan dari lima negara lainnya (Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timur Leste)  dan negara  donor USA dan Australia  serta organisasi  konservasi dunia seperti  The Nature Conservancy (TNC), Conservation International (CI) dan  World Wildlife Fund (WWF)   diajukan untuk dapat disepakati dalam Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference) tahun 2009 di Manado. Rencana aksinya  akan dibahas  pada pertemuan  pejabat tinggi CTI kedua di Manila  pada bulan Mei 2008 dan  akan dilanjutkan  dengan pertemuan para menteri negara anggota CTI pada bulan Oktober 2008.

Berdasar pengamatan, terumbu karang  memiliki kemampuan  pemulihan diri (recovery) walaupun lambat setelah terkena gangguan kerusakan. Populasi  ikan  karang yang  baik  masih dapat dijumpai dibeberapa tempat. Hal  tersebut bisa  terjadi  apabila  ancaman kerusakan dapat diantisipasi   pencegahannya  sedini mungkin sehingga terumbu karang dapat terlindungi. Program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang  terus berlanjut,  melibatkan pemangku kepentingan di pusat dan daerah  dengan pelaksanaan kegiatan  berupa  penguatan kelembagaan; pengawasan dan penegakan hukum; edukasi, penyadaran masyarakat dan kemitraan bahari; pengelolaan kerjasama dan bebasis masyarakat.

Kesemua  program kegiatan   dan semangat penyelamatan  terumbu karang  di atas dengan memperhatikan karakteristik terumbu karang itu sendiri, memberikan harapan  optimis bagi kelestarian nilai dan manfaat terumbu karang pada umumnya, khususnya di kawasan segitiga terumbu karang.

Terumbu Karang di kawasan ini penting dan menarik perhatian dunia karena  memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia  yang dihuni  sedikitnya  500 jenis karang  dan lebih dari  3.000 jenis biota laut lainnya  khususnya ikan. Kehadirannya bermanfaat bagi perlindungan wilayah dan sumber  penghidupan manusia terutama bagi ratusan juta  penduduk  di daerah pesisir kawasan ini, selain secara global  diharapkan  akan dapat mengurangi dampak perubahan iklim.  (WSA/KCM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: