Presiden Berterimakasih Kepada Dunia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (24/1) menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada masyarakat dan organisasi internasional yang telah tulus membantu proses tanggap darurat hingga tahapan pemulihan dan rekonstruksi di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Pulau Nias pascagempa bumi dan gelombang tsunami pada akhir Desember 2004 silam.Hal itu disampaikan Presiden Yudhoyono saat acara “Terima Kasih Indonesia Kepada Dunia” (Indonesia Thanks The Worlds) yang diselenggarakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (24/1) malam.

Acara ini dihadiri perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) organisasi internasional seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional dan lokal, para duta besar negara-negar sahabat dan pimpinan lembaga tinggi negara serta para menteri kabinet. “Bantuan Saudara semua akan dicatat oleh Tuhan Yang Maha Esa dan juga dicatat oleh sejarah serta dicatat dan dikenang oleh masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang ada di Aceh dan Nias,” ujar Presiden.

Selanjutnya Presiden menyampaikan ucapan terimakasih itu dalam berbagai bahasa dunia, antara lain Inggris, Latin hingga bahasa China, Jepang dan bahasa Arab.

Menurut Presiden Yudhoyono, dari bencana gempa bumi dan gelombang tsunami yang terjadi, ada hikma dan pelajaran yang diperoleh. “Ada lima pelajaran yang bisa dipetik, di antaranya dalam keadaan sulit kita harus bersatu dan bertindak, kita juga harus bertindak cepat dan tepat dalam keadaan krisis dan darurat. Kita pun harus menyambut dengan tangan terbuka setiap bantuan dari manapun untuk sebuah aksi. Tidak boleh ada diskriminasi,” tambah Presiden.

Pelajaran lainnya, lanjut Presiden, setiap aksi dari sebuah bencana harus diikuti pula dengan tahapan rehabilitasi dan rekontruksi setelah aksi kesehatan, juga peranan dan faktor kepemimpinan di mana dia harus turun kelapangan secara langsung.

Sebelum menutup pidatonya, Presiden berpesan agar BRR Aceh dan Nias segera menuntaskan target-target yang belum diselesaikan sebelum April 2009. Pasalnya, setelah April 2009, tugas BRR diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah di Aceh dan Nias.

Sumber : KCM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: