Longsor di Kompleks Perumahan RSUD Dok II Jayapura Telan 11 Korban

JAYAPURA-Hujan lebat yang mengguyur Kota Jayapura, Papua sejak Senin (14/1)malam menyebabkan longsor dan banjir di beberapa tempat. Namun musibah terparah adalah terjadinya longsor di Kompleks Perumahan RSUD Dok II Jayapura pada Selasa (15/1) pukul 00.30 wit. Akibat musibah tersebut, 11 orang ditemukan tewas tertimpa longsoran tanah dari atas bukit di belakang Kompleks Perumahan RSUD Dok II Jayapura, sementara lima orang berhasil selamat, namun mengalami luka-luka sehingga harus dirawat di rumah sakit tersebut.

Mereka yang menjadi korban adalah para penghuni dari 5 rumah berbentuk kopel yang tertimpa longsor tersebut. Korban tewas itu, masing-masing Rudi Seran (35), Jeremika Seran (8), Frengky Abidondifu (27), Novelin Marantika (18), Filo Awon (25), Susan Marantika (13), Karel Faidiban (70), Merry Faidiban (25), Gabriel Faidiban (2), Juli Febari (26) dan seorang bayi berusia 6 bulan bernama Jefendika. Sedangkan korban yang selamat masing-masing bernama Femi Totu (32), Yesika Seran (8), Nasan Abidondifu (15), Emanuel Renald Marantika (16) dan Nehemia Enol Marantika (22). Pantauan Cenderawasih Pos di TKP, longsoran tanah ini datang dari ketinggian sekitar 50 meter lebih menimpa rumah kopel yang berisi 5 petak, dimana 3 rumah diantaranya jebol terkena longsoran tanah hingga menutup jalan di depan rumah itu.

Sedangkan, 2 rumah yang berada di ujung kiri dan ujung kanan rumah kopel tersebut, hanya terkena longsoran tanah sebagian. Kapolresta Jayapura, AKBP Roberth Djoenso mengatakan bahwa setelah pihaknya menerima laporan terjadinya longsor ini, langsung menuju ke TKP dan memerintahkan jajarannya untuk melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun tanah longsor tersebut. “Malam Selasa ini, memang hujan cukup deras dan kami menfokuskan 4 titik pemantauan antara lain di longsor Pasir Dua Base G, banjir di Kali Biru Kloofkamp dan Pasar Youtefa dan longsor di Kompleks Perumahan RSUD Dok II Jayapura, apalagi ada laporan korban di kompleks perumahan rumah sakit ini,” kata Kapolresta Roberth Djoenso.

Setelah pihaknya meluncur ke TKP di Kompleks Perumahan RSUD Dok II Jayapura, setelah menerima laporan dari warga setempat bahwa di daerah tersebut terjadi longsor dan menimbulkan korban jiwa. Untuk itu, Kapolresta langsung memerintahkan jajaran Polresta Jayapura, Brimob Polda Papua dan SPN Jayapura untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang tertimbun tanah longsor tersebut. Kapolresta juga langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk dengan jajaran TNI AD, Kodim 1701/Jayapura, Korem 172/PWY, Den Zipur 10 dan Lantamal X Jayapura. Bahkan, disiapkan 3 unit mobil ambulan untuk mengangkut jenasah, exavator dan mobil pemadam kebakaran.

Korban tewas yang tertimbun tanah longsor ini, pertama ditemukan 4 orang sekitar pukul 07.00 Wit, masing-masing bernama Rudi Seran, Yeremika Seran, Frengky Abidondifu dan Novelin Marantika. Sementara itu, 3 jam setelah terjadinya longsor, seorang korban yang bernama Susan Marantika diketahui sempat menghubungi seorang temannya, Firlencia, anak dari Ibu Elsy, Sekretaris Direktur RSUD Dok II Jayapura dengan menggunakan handphonenya. Kepada Firlencia, korban Susan mengatakan ‘Kak, Longsor Tanah Disekeliling Mengeras, Saya Tertimbun Tanah Longsor, Tolong Ijinkan di Sekolah’ dan SMS yang yang berisi ‘Cepat Gali, Karena Kita 3 Masih Bernafas di Gorong-gorong. Tanah Mulai Kering, Cepat Gali,’.

Mendapatkan laporan masih adanya korban yang hidup ini, aparat bersama warga berupaya untuk mencari dan menghubungi korban Susan ini, hingga handphone korban sudah tidak dapat dihubungi lagi. Upaya pencarian korban Susan Marantika yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan ini, terkendala peralatan karena warga hanya menggunakan sekop dan cangkul serta peralatan seadanya.

Apalagi, dua alat berat ukuran kecil baru tiba pukul 07.00 Wit. Pendeta Hans Limbert juga sempat menghubungi nomor handphone korban, namun sudah tidak aktif lagi, kemungkinan battery low. “Saya menerima informasi dari anak teman saya, bahwa Susan sempat menghubungi,” kata Hans Limbert. Upaya pencarian terhadap korban yang tertimbun tanah longsor yang mencapai sekitar 2 meter tingginya ini, terus dilakukan oleh aparat Polri dan TNI serta masyarakat.

Kedua alat berat yang didatangkan belum dapat maksimal mengeruk tanah tersebut, sehingga kemudian didatangkan lagi alat berat exavator ukuran besar 2 unit dari pengusaha dan Denzipur 10. Kerja keras dalam pencarian korban yang tertimbun tanah longsor ini, akhirnya membuahkan hasil, setelah sebelumnya berusaha untuk merobohkan rumah tersebut untuk mempermudah pencarian, dimana pada pukul 13.15 Wit, korban Susan Marantika, Gabriel Faidiban, Merry Faidiban dan Yuli Febrari berhasil ditemukan di dalam rumah yang penuh tanah tersebut. Sebelumnya, Kapolresta meminta agar focus melakukan pencarian di rumah keluarga Marantika, karena malam sebelumnya, Susan Marantika sempat merayakan ulang tahunnya yang ke-13 dengan mengundang teman-teman sekolah minggu dan teman-teman di komplek perumahan tersebut, yang diperkirakan sekitar 30 orang lebih. “Pencarian korban yang tertimbun memang kami minta difokuskan, karena kemungkinan bukan saja orang yang menghuni rumah tersebut, tetapi kemungkinan orang yang menginap,” ujarnya.

Sekitar pukul 14.00 Wit, aparat TNI dan Polri kembali berhasil menemukan korban Jefendika, seorang bayi berusia 6 bulan yang turun menjadi korban, yang ditemukan di depan dinding rumah tetangga depan korban. Hanya saja, untuk melakukan evakuasi agak sulit dan aparat sangat hati-hati, hingga berhasil dievakuasi dan dimasukkan ke dalam pembungkus mayat dan langsung dibawa ke Kamar Mayat RSUD Dok II Jayapura untuk dibersihkan dari Lumpur.

Sementara itu, korban Karel Faidiban (70) berhasil ditemukan terakhir sekitar pukul 17.00 Wit, tidak jauh dari tubuh bayi, Jefendika yang terdorong keluar rumah, dan langsung dievakuasi ke kamar mayat. Sementara pencairan dihentikan, apalagi hari sudah mulai larut. Suasana duka dan histeris dari keluarga korban tampak terlihat di tempat kejadian dan di dalam Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, Klasis Jayapura, Jemaat Betlehem RSUD Jayapura tempat semua jenasah disemayamkan, setelah dimandikan di Kamar Mayat RSUD Dok II Jayapura.

Tampak kesibukan para medis yang merawat jenazah korban tersebut dan memberikan cairan formalin ke seluruh jeanzah. Pantauan Cenderawasih Pos, adanya longsor di Kompleks Perumahan RSUD Dok II Jayapura tersebut, menyita perhatian masyarakat sehingga mereka berbondong-bondong untuk melihatnya dan juga dijadikan Posko Bencana Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Tidak jauh dari TKP, juga didirikan Posko Bantuan oleh Dinas Sosial dan pengedropan bahan makanan bagi aparat TNI dan Polri serta masyarakat yang bahu-membahu mencari korban. Sementara itu, tanah longsor juga terjadi di Pasir II Base G, menimpa beberapa rumah anggota Polri, sehingga menyebabkan kerugian material. Hanya saja tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. “Dalam kejadian di Pasir II, menimpa rumah Bripka Widji anggota Bidkum Polda Papua yakni longsor di halaman rumah, Bripka Sobir anggota Biro Personel Polda Papua yang mengalami kerugian 1 unit mobil dan 2 motor Suzuki User terkena longsor, Brigpol Suud anggota Biddokes Polda Papua yang kerugian akibat 1 buah mobil miliknya terkena longsor dan Briptu Ronald Eduard anggota Ditreskrim Polda Papua yang mengalami kerugian dimana garansi rumahnya terkena longsoran tanah,” imbuh Kapolresta Roberth Djoenso.

Pangdam dan Wagub Kunjungi Korban /// Banyaknya korban tewas yang tertimbun tanah longsor di Kompleks Perumahan RSUD Dok II Jayapura, mengundang perhatian semua pihak, termasuk Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Haryadi Soetanto dan Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem SE. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Haryadi Soetanto didampingi sejumlah pejabat teras Kodam XVII/Cenderawasih tiba di tempat kejadian longsor sekitar pukul 12.00 wit dan langsung meninjau lokasi tanah longsor tersebut.

Setelah meninjau lokasi tanah longsor tersebut, Pangdam juga mengunjungi Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, Klasis Jayapura, Jemaat RSUD Jayapura tempat dimana semua jenasah korban tewas disemayamkan. Pangdam juga memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga korban agar tabah menerima musibah ini.

Tidak hanya itu, Pangdam bersama pejabat teras Kodam XVII/Cenderawasih sempat mendoakan agar arwah para korban tanah longsor diterima disisinya. Kepada wartawan, Pangdam mengatakan TNI sebagai salah satu komponen bangsa, peduli didalam memberikan pertolongan-pertolongan terhadap korban-korban yang mengalami bencana baik sekala kecil maupun dan besar. “Dandim sejak jam 2 pagi dan satuan-satuannya sudah melakukan tindakan-tindakan untuk membantu korban. Tapi, sepanjang kita bias melakukan pencegahan ya kita cegah,” ujarnya.

Pangdam mengatakan pasca bencana berusaha mencari korban, kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan keinginan keluarga. Namun, kata Pangdam, yang penting adalah pelajaran yang telah diberikan hari kemarin sampai hari ini, tidak terjadi lagi dikemudian hari. “Kita harus mampu mencegah di daerah-daerah rawan seperti ini, untuk tidak terjadi lagi.

Mana daerah yang berpotensi terjadinya longsor dan harus dikosongkan, sehingga kita harus ingatkan kepada masyarakat yang ada dibawahnya, jangan sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya. Lebih lanjut, TNI terpanggil untuk memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh TNI, menanggulangi pasca bencana, apalagi menurut Pangdam, bencana longsor dengan korban 11 orang ini, cukup besar. Untuk itu, Pangdam mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemda untuk memberikan sosialisasikan kepada masyarakat yang berada di wilayah dekat di lereng bukit yang berpotensi terjadi longsor untuk mewaspadainya. “Kalau memang dinilai perlu diungsikan, ya harus diungsikan saja mereka, karena Januari-Februari potensi hujan lebat sangat dimungkinkan karena bulan desember hujan kurang turun, maka kewajiban semua komponen bangsa yang mengerti akan hal ini menyampaikan kepada pemda memberikan transpormasi informasi, untuk hindari adanya korban,” katanya.

Sementara itu, sekitar pukul 16.00 Wit, Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem SE, MM juga menyempatkan diri untuk meninjau lokasi tanah longsor tersebut, bahkan Wagub sempat beberapa waktu memperhatikan proses pencarian dan evakuasi korban.

Wagub juga mengunjungi Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, Klasis Jayapura, Jemaat RSUD Dok II Jayapura untuk melihat jenasah korban dan memberikan support kepada keluarga korban untuk tabah dan menerima musibah ini. (bat)
Sumber Cepos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: