Spesies Baru Salamander Hanya Selebar Kuku

Salamander kerdil dari jenis baru yang ditemukan di Kosta Rika.

Satu dari tiga spesies baru salamander yang ditemukan di Kosta Rika baru-baru ini hanya memiliki panjang tubuh selebar kuku ibu jari. Penemuan ketiga spesies amfibi itu semakin menegaskan kawasan tersebut sebagai surga salamander.

Pantas disebut demikian sebab jumlah spesies salamander di Kosta Rika kini tak kurang dari 43 spesies. Total ada sekitar 300 spesies salamander yang tersebar di seluruh dunia dan kebanyakan hidup di belahan Bumi utara.

Hanya 5 spesies yang ditemukan di wilayah tropis bagian tengah Meksiko pada tahun 1998. Salamander adalah satu-satunya amfibi yang tidak ditemukan di Indonesia.

Salamander memangsa serangga dan cacing. Hidupnya banyak dihabiskan di air atau daerah yang lembab. Pada musim panas, mereka melakukan hibernasi (tidur panjang).

Kerdil

Tiga spesies baru merupakan bagian dari 5000 koleksi tumbuh-tumbuhan dan hewna yang dikumpulkan para ilmuwan dari Museum Sejarah Nasional London, Inggris dalam ekspedisi di Amerika Tengah. Ketiga spesies salamander ditemukan di Taman Nasional La Amistad, yang berada di perbatasan Kosta Rika dan Panama.

Salah satu spesies salamander baru yang belum memperoleh nama ilmiah termasuk dalam genus salamander kerdil Nototriton. Panjang tubuhnya hanya sekitar 2,5 centimeter dari ujung kepala hingga ekor.

Dua salamander lainnya berasal dari genus Balitoglossa yang dikenal aktif malam hari. Hewan-hewan ini berburu mangsa di malam hari dan menghilang saat siang hari.

Spesies pertama memiliki ciri tubuh yang berwarna menyolok dengan guratan merah di bagian punggungnya, kuning di perut, dan bagian lainnya hitam, mirip dengan ciri katak beracun dan sejenisnya. Panjang tubuhnya sekitar delapan centimeter. Sementara, spesies kedua memiliki waran tubuh cokelat tua dengan bagian perut berwarna cokelat muda pucat.

“Menemukan begitu banyak spesies baru di satu area benar-benar menakjubkan, apalagi mungkin di sinilah satu-satunya tempat di dunia untuk dapat menemui hewan-hewan tersebut,” ujar Alex Monro, ketua tim ekspedisi.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa sebaran spesies di wilayah tersebut belum banyak diketahui. Tim ilmuwan telah merencanakan empat kali ekspedisi lanjutan tahun ini untuk mempelajari lebih lanjutu kehidupan liar di sana.(BBC/WAH)

Sumber : KCM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: