BPK Audit Seluruh KPS

Teliti Transparansi Dana Cost Recovery

JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menaruh perhatian besar pada masalah transparansi pengelolaan keuangan di sektor migas. Tahun ini, BPK berencana mengaudit seluruh Kontraktor Production Sharing (KPS). Selama ini, baru 11 KPS yang diaudit.

Anggota BPK Udju Djuhaeri mengemukakan pihaknya sedang mengkaji kontrak yang dimiliki oleh KPS terkait. “Kita lagi mempelajari by contract, apa yang sama, apa yang berbeda. Ini sejarah, pertama kali BPK akan audit overall,” ujar Udju di Jakarta kemarin (14/1).

Menurut Udju, ada sekitar 46-47 KPS yang bakal diaudit pembayaran cost recovery-nya. Dalam temuan sebelumnya, BPK banyak menemukan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan dalam biaya cost recovery tersebut.

Sementara itu, Ketua BPK Anwar Nasution mengatakan audit biaya cost recovery diperlukan supaya pemerintah mendapat hasil optimal dari setiap kontrak karya pertambangan. “Jangan pemerintah dapat remeh-nya saja. Kalau semua dihitung cost recovery, pemerintah dapat apa,” tanyanya.

Transparansi sektor migas memang banyak menjadi pertanyaan berbagai pihak. Apalagi dari hasil pemeriksaan BPK beberapa waktu lalu ditemukan bahwa laporan keuangan BP Migas memiliki status advers. Anwar meminta BP migas segera memperbaiki laporannya dengan menggunakan standar akuntansi yang memadai.

“BP Migas itu kan terima duit dalam dolar AS, dia bisa sewa konsultan dan akuntan yang terbaik di muka bumi. Dia terima duit banyak, kenapa mereka tidak melakukan?” katanya. (JPNN/iw)

Sunting :Wawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: