Final Jawara

JAKARTA – Final ideal. Itulah yang akan mewarnai babak puncak Copa Indonesia. Juara babak reguler wilayah timur dan wilayah barat Liga Djarum Indonesia (LDI) musim ini, yakni Persipura dan Sriwijaya FC, bakal bersua di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/1).

Mutiara Hitam -julukan Persipura- melenggang ke final setelah mempermalukan Persija (2-3) di hadapan ribuan The Jakmania -sebutan suporter Persija- dalam babak semifinal di Senayan kemarin (10/1). Sementara, Sriwijaya berhasil memenangi drama adu penalti kontra Pelita Jaya 6-5 (0-0).

Itu merupakan kali kedua Persija dibungkam di Senayan. Sebelumnya, di babak final LDI 2005, Ismed Sofyan dkk juga pernah ditekuk Persipura dengan skor serupa. Kekalahan tersebut sekaligus mematahkan ambisi Persija untuk menghapus memori pahit setiap melawan Persipura.

Sebab, musim 2006, Persija juga disingkirkan oleh Persipura dalam perebutan tiket final Copa Indonesia II. Mutiara Hitam melenggang ke final setelah unggul agregat gol 3-1 atas Persija di semifinal. Saat bertarung di Jakarta, keduanya berbagi skor 1-1. Giliran berduel di Jayapura, Macan Kemayoran menyerah 0-2.

Hat-trick Albeto, striker Mutiara Hitam, pada menit ke-30, ke-45, dan ke-55 itu membuat Persija gagal meraih impian mengawinkan gelar juara LDI dan Copa Indonesia 2007. Sementara, dua gol Persija yang diciptakan oleh Bambang Pamungkas (27’) dan Hamka Hamzah (65’) tidak mampu menyelamatkan muka Macan Kemayoran di rumah sendiri.

Persija tampil tegang. Koordinasi antarlini terputus. Serangan jawara Ligina 2001 tersebut hanya mengandalkan duet lokal Bambang Pamungkas dan Aliyudin. “Mental kami turun ketika gol ketiga Persipura tercipta. Itu juga tidak lepas dari trauma kesulitan mengalahkan Persipura. Namun, secara keseluruhan, kami hanya kurang beruntung,” kilah Isman Jasulmei, asisten pelatih Persija, di ruang jumpa pers.

Pada babak pertama, sayap kanan (Atep) dan kiri (Robertino Pugliara) terkunci oleh kedisiplinan pemain belakang Persipura. Persija tidak bisa mengoptimalkan beberapa peluang. “Ketika Bambang jatuh, pemain lain tidak langsung bergerak mengambil inisiatif. Serangan balik Persipura sangat rapi dan cepat. Kami akui bahwa kami kehilangan M. Ilham (dikartu merah, Red),” kata mantan pelatih Persikad Depok itu. “Ketika menyerang, pemain sangat terlambat untuk kembali ke belakang,” jelasnya.

Suasana berbeda terlihat di area mixed zone dan ruang ganti pemain. Kubu Persipura bernyanyi dengan kencang layaknya juara. Sedangkan pemain Persija tertunduk lesu sembari tersenyum kecut. Pasukan Macan Kemayoran tidak melintas di area mixed zone untuk menghindari wartawan. ” Kami kurang beruntung,” ucap Bambang Pamungkas.

“Itulah hasilnya. Tapi, kami akan tetap berusaha mengambil Liga,” ujar Haryanto Badjuri dengan nada datar.

Pelatih Persipura Raja Isa menilai, kemenangan tersebut tidak disebabkan oleh hat-trick Albeto, melainkan kontribusi seluruh pemain. “Kami mampu memanfaatkan kelengahan pemain belakang Persija. Bintang saya adalah Persipura. Serangan balik kami jadi kunci kemenangan,” jelas pelatih asal Malaysia itu. (fim/lis/jpnn)

Sumber Jawapos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: