Manokwari Digoyang Gempa

20 Rumah Ludes Terbakar, 50-an Bangunan Rusak MANOKWARI-Gempa dahsyat berkekuatan 6,2 Skala Righter (SR) mengguncang wilayah Kabupaten Manokwari,Senin 7/1) siang pukul 12.12 WIT. Akibat gempa dahsyat tersebut, warga di ibukota Provinsi Papua Barat ini kalang kabut, panik luar biasa dan berhamburan di jalan-jalan mengamankan diri.
Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat gempa tersebut menimbulkan kerugian harta benda yang tidak sedikit. Sebanyak 53 kepala keluarga dilaporkan kehilangan tempat tinggal. Sekitar 20 unit rumah di kompleks warga nelayan Borobudur Kelurahan Padarni, luluh lantah, bukan karena ambruk tapi karena hangus terbakar.
Selama ini wilayah Manokwari memang dikenal daerah rawan gempa. Dan,getaran gempa yang terjadi kemarin cukup keras. Data yang didapat dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) Manokwari, gempa yang terjadi pada pukul 12.12
WIT tercatat berkekuatan 6,2 SR, berpusat pada 0,68 LS dan
134,18 BT, tak jauh, 21 Km arah Timur Laut Kota Manokwari
dengan kedalaman 31 Km.
Siang hingga sore kemarin, suasana panik masih melimuti warga Manokwari. Sebagian ruas Jalan Jenderal Sudirman dipenuhi warga yang mengungsi. Belum ada laporan korban meninggal, hanya terdapat warga yang luka-luka dan shock.
Namun yang pasti akibat gempa ini menimbulkan kerugian miliaran rupiah. Selain menghanguskan 20 unit rumah dan 5 dapur, sejumlah bangunan bertingkat mengalami kerusakan berat maupun ringan. Tercatat lebih dari 50 bangunan mengalami rusak. Paling parah,dialami Kantor Pelni yang terletak di Jalan Siliwangi,salah satu temboknya jebol akibat guncangan.
Demikian juga beberapa bangunan perbankan mengalami kerusakan serius, seperti Kantor Bank Mandiri di Jalan Yos Sudarso, Bank Papua terdapat retakan cukup besar yang tampak terlihat jelas dari kejauhan. Bangunan Swiss-belHotel yang baru dioperasikan,juga retak serta Kantor Perwakilan BPK di Jalan Yos Sudarso
Sanggeng.
Gempa yang terjadi saat sebagian warga menjalankan aktivitasnya ini paling parah diderita warga nelayan di kompleks Borobudur Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat. Data yang diperoleh dari PMI Manokwari, sebanyak 53
KK dengan 238 jiwa kehilangan rumah akibat dilalap api. Dan mereka terpaksa diinapkan di tenda-tenda yang dibangun PMI, TNI dan Satkorlak.
Api yang menyebabkan kebakaran yang menghanguskan 20 rumah, harta benda warga ini diduga kuat bersumber kompor di salah satu rumah. Sebagai akibat dari guncangan gempa sangat keras, membuat kompor yang sedang menyala terbalik
dan api merambat ke dinding rumah yang terbuat dari kayu.
Sehingga hanya dalam hitungan detik,bersamaan dengan gempa,muncul api dan gumpalan asap.
Rumah-rumah berbahan dari kayu yang saling berdempetan serta ditambah tiupan angin cukup kencang membuat nyala api dengan cepat merembes. Belum lagi,besin yang ada di motor tempel membuat api makin mengamuk. Gumpalan asap
tebal,membumbung.
Amukan api yang bergerak cepat sulit dikendalikan. Warga tidak saja kehilangan rumah,tapi harta benda serta barang-barang berharga tak bisa diselamatkan,hangus
dilahap si jago merah. ”Tidak ada yang tersisa. Semua barang saya ikut terbakar. Surat-surat,ijazah hangus semua,” ujar La Baduru dengan nada sedih kepada Koran ini (Grup Cenderawasih Pos).
Kobaran api baru bisa dikendalikan setelah 1 jam kemudian. Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berupaya keras memadamkan api. Beruntung pula,arah angin berubah,sehingga api tak merembes lebih jauh. ”Saat kebakaran,hampir 75 %
laki-laki di kompleks ini sedang ikut pemakaman,” ujar Abdul Gani,salah tokoh masyarakat di kalangan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Sementara itu,warga lainnya terutama yang berada di pinggiran pantai berlarian mencari tempat ketinggian sambil membawa barang berharga. Warga Borobudur banyak
mengungsi ke jalan-jalan sedangkan warga Anggrem memilih lapangan Borarsi. Mereka kuatir akan adanya gelombang tsunami. Beberapa kali,isu tsunami membuat panik warga dengan berlarian ke tinggian.

Tidak Berpotensi Tsunami//
Sementara itu Kepala Bidang Data dan Informasi BMG Wilayah V Jayapura, Ahmad Mudjahidin,
mengakui terjadinya gempa tektonik di Manokwari. Dikatakan, dari hasil analisa pendahuluan gempa bumi tektonik (7/1) kemarin berkekuatan 6,2 SR pada pukul 12.12. WIT di kedalaman 31 km yang berpusat di 0,680 LS-134,180 BT. Pusat gempa di Laut sekitar 21 km Timur Laut Manokwari Papua Barat.
Diakui, gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6,2 SR ini tidak berpotensi Tsunami. Ini karena masih di bawah 6,2 SR, meski demikian dirasakan cukup keras pada V MMI (semua orang rasakan gempa) di Manokwari. Sementara untuk wilayah lainnya tidak begitu keras, tetapi dapat dirasakan juga di II MMI di Ransiki (wilayah selatan) dan II-III MMI di Sorong.
“Saya menghimbau kepada warga masyarakat yang berada di pinggir pantai untuk waspada apabila ada kemungkinan gempa susulan yang dapat mengakibatkan gelombang tsunami agar dapat mengungsi ke arah yang lebih tinggi,”ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (7/1).
Gempa bumi tektonik terjadi kurang lebih 3-5 detik tersebut diduga terjadi akibat lempeng patahan Yapen bergeser ke arah lempeng patahan Sorong yang didorong energi pemberatnya lempengan Carolina Fould, mengakibatkan tumpukan patahan-patahan lokal bergeser.
Dikatakan, untuk indikasi gempa susulan memang masih mungkin terjadi, tetapi bisa dikategorikan gempa berskala kecil dengan ketinggian ombak di pantai tidak menimbulkan tsunami.
Diungkapkan, pada garis pertemuan antara patahan yapen dan garis pertemuan Sorong yang bergerak melalui lempeng pasifik yang bergerak dari arah timur ke arah barat, sehingga gempa sangat keras di wilayah Manokwari dan untuk wilayah selatan Manokwari dan wilayah Sorong hanya berkekuatan antara 2-3 SR. (lm/cr-148)

Sumber : Cenderawasih pos
Update Wawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: