Perilaku Boros Listrik Harus Diakhiri

28, April 2008

Seluruh masyarakat harus segera mengakhiri perilaku boros dalam konsumsi listrik agar laju konsumsi energi yang terus naik itu bisa diredam. Ajakan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro saat membuka Gerakan Hemat Listrik Nasional di Museum Listrik Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (27/4).

“Kalau kita semua berhemat maka dampaknya bisa memberikan energi listrik bagi sekitar 100 juta masyarakat Indonesia yang hingga kini belum menikmati listrik,” katanya. Pencanangan gerakan hemat listrik melalui peran serta wanita dalam keluarga itu dilakukan oleh istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla dan dihadiri sekitar 500 ibu-ibu dan 400 anak-anak sekolah dasar. 

Purnomo mengatakan, budaya hemat listrik harus dilakukan secara berkesinambungan sebab energi semakin mahal dan terbatas. Budaya hemat listrik harus ditanamkan secara luas di masyarakat dan keterlibatan generasi muda terutama anak-anak sangat dibutuhkan dalam melakukan perilaku hemat listrik.

“Caranya harus dimulai dari diri sendiri. Misalnya dengan mematikan lampu mulai pagi hari dan mematikan semua mesin pendingin ruangan apabila berangkat ke sekolah atau ke kantor,” kata Purnomo.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN, Fahmi Mochtar dalam sambutannya mengatakan, bagi PLN upaya untuk mencukupi kebutuhan listrik masyarakat dengan harga terjangkau merupakan tantangan tersendiri. Terlebih dengan harga energi di pasar global yang terus naik saat ini sehingga mendorong terjadinya pembengkakan biaya produksi listrik. Karena itu, PLN terus melakukan gerakan penghematan di semua mata rantai produksi listrik PLN mulai dari sektor pembangkitan, transmisi hingga ke distribusi. Upaya tersebut akan berdampak besar apabila didukung oleh seluruh komponen masyarakat untuk tidak menggunakan energi listrik secara berlebihan, katanya.

PLN juga telah membuat program Lampu Hemat Energi (LHE) sebanyak 51 juta unit yang akan dibagikan kepada masyarakat. Ditargetkan, seluruh lampu LHE itu sudah bisa digunakan oleh  konsumen listrik PLN di Jawa-Bali pada Juni tahun ini.


Hewan Pertama di Dunia Mungkin Ubur-ubur Sisir

28, April 2008

Ubur-ubur sisir (comb jelly) ternyata lebih dulu ada daripada spons, yang selama ini dicap sebagai hewan pertama di dunia. Kesimpulan yang diambil dari hasil pelacakan jejak DNA ini cukup mengejutkan para ilmuwan karena hal tersebut menunjukkan bahwa hewan pertama lebih kompleks dari perkiraan semula.

“Begitu mengejutkan karena kami awalnya mengira terjadi kesalahan yang besar,” ujar Casey Dunn dari Universitas Brown yang melaporkan hasil penelitiannya dalam jurnal Nature edisi terbaru. Temua terbaru memastikan bahwa ubur-ubur sisir menjadi sumber berkembangnya hewan lainnya.   

Misteri kemunculan hewan di Bumi memang masih menyisakan banyak misteri sampai sekarang. Metode terbaik yang dapat dilakukan adalah mempelajari jejak fosil dan membandingkannya dengan sifat genetika hewan yang masih hidup.

Perbedaan kode DNA antara satu hewan dengan lainnya menjadi acuan untuk menyusun sejarah asal-usul organisme tersebut. Simpanse dan manusia, misalnya, secara genetika memiliki kemiripan 98 persen dan diperkirakan berasal dari nenek moyang sama yang terpisah jutaan tahun lalu.

Untuk melacak sejarah perkembangan hewan, para ilmuwan membandingkan data-data DNA berbagai jenis hewan dan menyusun pohon genetika. Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa ubur-ubur sisir ternyata menempati puncak pohon genetika.

Meski namanya ubur-ubur, hewan tersebut bukan ubur-ubur sejati karena tidak memiliki alat penyengat sebagai senjata. Namun, ubur-ubur sisir telah memiliki alat tubuh yang kompleks, seperti penghubung jaringan dan sistem syaraf.

Meski demikian temuan Dunn bukan akhir babak penelitian ini. Dari sekitar 10 juta makhluk hidup yang diperkirakan ada di muka Bumi, baru 1,8 juta spesies yang teridentifikasi. Masih banyak misteri kehidupan yang belum terungkap.(LIVESCIENCE/WAH)