Presiden Berterimakasih Kepada Dunia

25, Januari 2008

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (24/1) menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada masyarakat dan organisasi internasional yang telah tulus membantu proses tanggap darurat hingga tahapan pemulihan dan rekonstruksi di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Pulau Nias pascagempa bumi dan gelombang tsunami pada akhir Desember 2004 silam.Hal itu disampaikan Presiden Yudhoyono saat acara “Terima Kasih Indonesia Kepada Dunia” (Indonesia Thanks The Worlds) yang diselenggarakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (24/1) malam.

Acara ini dihadiri perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) organisasi internasional seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional dan lokal, para duta besar negara-negar sahabat dan pimpinan lembaga tinggi negara serta para menteri kabinet. “Bantuan Saudara semua akan dicatat oleh Tuhan Yang Maha Esa dan juga dicatat oleh sejarah serta dicatat dan dikenang oleh masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang ada di Aceh dan Nias,” ujar Presiden.

Selanjutnya Presiden menyampaikan ucapan terimakasih itu dalam berbagai bahasa dunia, antara lain Inggris, Latin hingga bahasa China, Jepang dan bahasa Arab.

Menurut Presiden Yudhoyono, dari bencana gempa bumi dan gelombang tsunami yang terjadi, ada hikma dan pelajaran yang diperoleh. “Ada lima pelajaran yang bisa dipetik, di antaranya dalam keadaan sulit kita harus bersatu dan bertindak, kita juga harus bertindak cepat dan tepat dalam keadaan krisis dan darurat. Kita pun harus menyambut dengan tangan terbuka setiap bantuan dari manapun untuk sebuah aksi. Tidak boleh ada diskriminasi,” tambah Presiden.

Pelajaran lainnya, lanjut Presiden, setiap aksi dari sebuah bencana harus diikuti pula dengan tahapan rehabilitasi dan rekontruksi setelah aksi kesehatan, juga peranan dan faktor kepemimpinan di mana dia harus turun kelapangan secara langsung.

Sebelum menutup pidatonya, Presiden berpesan agar BRR Aceh dan Nias segera menuntaskan target-target yang belum diselesaikan sebelum April 2009. Pasalnya, setelah April 2009, tugas BRR diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah di Aceh dan Nias.

Sumber : KCM


Hutchison Telecom Sediakan Layanan Pelacak Ponsel

25, Januari 2008

HONG KONG: Puluhan ribu warga Hong Kong mendaftarkan diri untuk memperoleh layanan telepon yang dapat memungkinkan melacak keberadaan suami ataupun istri mereka melalui ponselnya, demikian laporan media massa setempat melaporkan, Senin (14/1).

Dengan biaya tambahan sebesar 3,5 dolar Amerika mereka yang mendaftar akan dapat memperoleh pelayanan yang disebut “Folow me (ikuti aku)” yaitu pelacakan keberadaan yang tak terbatas untuk dapat mengetahui keberadaan seseorang melalui infomasi mengenai lokasi yang diperoleh dari sinyal ponsel orang yang dilacak tersebut.

Sistem itu dapat digunakan untuk melacak seseorang apabila si pelacak dan yang dilacak sama-sama menggunakan sistem tersebut di tengah-tengah Kota Hong Kong yang berwarga padat, sekitar 6,9 juta, demikian harian The South China Morning Post melaporkan.

Puluhan ribu orang telah mendaftarkan untuk mendapatkan pelayanan tersebut sejak diperkenalkan pertama kali kepada umum 2005 dan mereka yang mencatatkan diri sebagai peminat bukanlah para suami atau istri yang cemburu melulu, demikian laporan perusahaan telekomunikasi yang menawarkan jasa tersebut.

“Kebanyakan dari mereka yang mendaftar sebagai pelanggan adalah para orang tua yang menginginkan informasi menengenai keberadaan anak-anak mereka,” kata juru bicara perusahaan Hutchison Telecom.

“Sebagian lagi adalah mereka yang ingin mengetahui keberadaan orang tua mereka yang sudah lanjut usia yang mungkin saja tersesat tak bisa pulang kerumah.”

Sebagian dari pendaftar adalah mereka yang ingin mengetahui keberadaan pembantu rumah tangga atau karyawan mereka disamping kelompok para suami atau istri yang curiga terhadap pasanganya. (Ant/OL-06)

Sunting : Wawan
Media Indonesia