Teri: Kecil Bentuknya, Besar Kandungan Kalsiumnya

Ikan teri (Stokphorus Spp) merupakan salah satu ikan favorit karena mulai dari kepala, daging sampai tulangnya dapat langsung dikonsumsi. Ikan teri sejak lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai lauk makan sehari-hari karena mudah diperoleh dan dapat dimasak untuk berbagai menu. Ciri-ciri ikan teri adalah badan silindris, bagian perut membulat, kepala pendek, moncong nampak jelas dan runcing, anal sirip dubur sedikit dibelakang dan warna tubuh pucat. Jenis-jenis teri yang banyak di Indonesia adalah teri nasi (Stokphorus commrsouli), teri japuh (Dussumieria accuta) dan teri jengki / kadrak (Stokphorus Insularis).

Pemasaran Teri

Saat ini, permintaaan ikan teri mengalami peningkatan yang cukup tinggi, baik untuk ekspor maupun konsumsi dalam negeri. Ikan teri dari Indonesia telah banyak diekspor ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, China dan Jepang. Volume ekspor ikan teri Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan, yaitu pada tahun 2001 mencapai 1.980 ton dengan nilai 7.930.000 US$, meningkat menjadi 1.999 ton pada tahun 2002 dengan nilai11.890.000 US$. Pada tahun 2005, volume ekspor ikan teri meningkat tajam menjadi 2.443 ton dengan nilai 16.287.284 US$ dan tahun 2006 meningkat sebesar 5 % menjadi 2.579 ton dengan nilai 16.437.255 US$. Untuk konsumsi dalam negeri, ikan teri banyak dipasarkan ke hampir seluruh kota di Indonesia.

Sementara itu, produksi ikan teri dalam negeri mulai dari tahun 2000 sampai tahun 2005 bervariasi yaitu tahun 2000 mencapai 173.944 ton; tahun 2001, 190.182 ton; tahun 2002, 168.959 ton; tahun 2003, 161.141 ton; tahun 2004, 154.811 ton dan tahun 2005 mencapai 151.926 ton. Ikan teri mempunyai daerah penyebaran yang luas di daerah Indo-Pasifik bahkan sampai ke daerah Tahiti dan Madagaskar. Daerah penyebaran ikan teri di Indonesia antara 950BT – 1400BT dan 100LU – 100LS, dengan kata lain mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia.

Teri Sumber Kalsium

Salah satu keistimewaan ikan teri dibandingkan dengan ikan lainnya adalah bentuk tubuhnya yang kecil sehingga mudah dan praktis dikonsumsi oleh semua umur. Ikan teri merupakan salahsatu sumber kalsium terbaik untuk mencegah pengeroposan tulang. Ikan teri merupakan sumber kalsium yang tahan dan tidak mudah larut dalam air. Kandungan gizi teri segar meliputi energi 77 kkal; protein l6gr; lemak 1.0 gr; kalsium 500 mg; phosfor 500 mg; besi 1.0 mg; Vit A RE 47; dan Vit B 0.1 mg.

Pengolahan Ikan Teri

Ikan teri sangat mudah rusak sehingga perlu cara untuk mempertahankan agar tetap awet tanpa menghilangkan rasa, salah satu caranya adalah dengan pengasinan. Proses pengasinan teri dimulai dengan pemilihan ikan teri yang akan diolah. Setelah pemilihan selesai, ikan teri dicuci dengan air dingin untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang tercampur dengan ikan. Pencucian ulang dilakukan dengan menggunakan air bersih untuk menghilangkan air laut atau menurunkan kadar garam dalam ikan. Setelah pencucian, proses selanjutnya adalah perebusan dengan tujuan agar ikan menjadi matang. Pada proses perebusan digunakan garam dengan kadar 5% sampai 6%. Sebelum perebusan, air terlebih dahulu dididihkan setelah ditambahkan garam. Setelah air mendidih, ikan teri kemudian dimasukkan ke dalam rebusan air dan suhu perebusan sekitar 100°C sampai 103°C dan dibiarkan kurang lebih 5-7 menit.

Selama dalam air rebusan, dilakukan pengadukan untuk meratakan panas dan menghilangkan busa pada keranjang perebusan. Kemudian, ikan teri yang sudah matang yang ditandai dengan warnanya yang putih dan mengambang dipermukaan air diangkat dan ditiriskan. Dengan menggunakan alat bantu, ikan teri tersebut diratakan dan diletakkan di atas lembaran kayu untuk dikeringkan.

Sentra Industri Pengolah Ikan Teri

Sentra industri pengolahan ikan teri berlokasi di wilayah pesisir diantaranya Tuban Jawa Timur, Berau Kalimantan Timur, dan Tegal Jawa Tengah, Cirebon Jawa Barat, Lampung dan Medan Sumatera Utara. Ikan teri dari nelayan biasanya ditangkap dengan menggunakan alat tangkap payang, dogol, pukat cincin, jaring insang tetap, jaring tiga lapis, bagan tancap dan perangkap lainnya.

Di Tuban, ikan teri telah menjadi komoditas ekspor ke Jepang dengan kapasitas produksi mencapai 130 ton per tahun. Di Kabupaten Berau Kalimantan Timur, ikan teri telah dipasarkan ke Surabaya dengan kapasitas pengiriman 6 ton per minggu. Ikan teri diperoleh dari Pulau Derawan yang dibeli dari nelayan dengan harga berdasar pada kualitas dan ukuran. Sementara itu, nelayan di pantai utara Jawa Tengah menangkap ikan teri pada musim kemarau dengan jumlah tangkapan sekitar 20-30 kg per hari. Di Lampung, ikan teri nasi basah dipasarkan untuk wilayah lokal Lampung, teri jengki rebus dan asin di pasarkan ke Jakarta, sedangkan teri nasi keri ke Jakarta dan diekspor sekitar 10% ke Taiwan dan Timur Tengah. Sementara itu, produksi ikan teri di Lampung rata-rata sekitar 3.500 ton / tahun yang dipasarkan ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Pekanbaru, Lampung, Aceh serta diekspor ke Malaysia, Singapura dan Thailand.

Sumber : Warta Pasar Ikan

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: