Hapus Duka..!!!???

10, Januari 2008

Bambang Pamungkas Striker Persija

Persipura v Persija

JAKARTA – Persipura Jayapura adalah momok bagi Persija Jakarta. Setidaknya, gambaran itulah yang terjadi di dua musim kompetisi sebelumnya. Betapa tidak, dalam dua musim tersebut, ambisi Persija selalu dipatahkan oleh tim asal Papua tersebut.

Kegetiran pertama dirasakan oleh Macan Kemayoran -julukan Persija- pada musim 2005. Waktu itu, Persija dipaksa menyerahkan trofi juara Liga Djarum Indonesia XI kepada Persipura setelah kalah 2-3 di babak puncak. Kekalahan itu terasa makin pedih bagi Persija karena final tersebut diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Tenju saja, di Senayan, layaknya kandang sendiri, Macan Kemayoran didukung puluhan ribu suporter setianya, Jakmania.

Semusim berikutnya, Persija disingkirkan Persipura dalam perebutan tiket final Copa Indonesia II. Mutiara Hitam -julukan Persipura- melenggang ke final setelah unggul agregat gol 3-1 atas Persija di semifinal. Saat bertarung di Jakarta, kedua tim berbagi skor 1-1. Giliran berduel di Jayapura, Macan Kemayoran menyerah 0-2.

Sore ini, keduanya kembali bertemu. Mereka bakal berjibaku di semifinal Copa Indonesia III yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (tayangan langsung Lativi mulai pukul 15.30 WIB). Akahkah Persipura kembali menghentikan langkah Persija? Ataukah sebaliknya, Sergei Dubrovin dan anak asuhnya yang kali ini justru menjungkalkan Mutiara Hitam?

“Mereka (Persija, Red) pasti punya semangat lebih. Tapi, saya yakin, kami akan kembali menang dari mereka,” seru Eduard Ivakdalam, kapten Persipura. “Kami memang selalu kalah dalam dua musim sebelumnya. Tapi, ini adalah pertemuan baru. Materi pemain Persija juga banyak berbeda dari sebelumnya. Jadi, kami optimistis akan membalikkan keadaan,” sumbar kapten Persija Bambang Pamungkas.

Jika dikalkulasi, materi pemain Persija musim ini memang berbeda 50 persen daripada musim lalu. Bahkan, wajah-wajah baru tersebut merupakan pilar-pilar penting di skuad runner-up Copa edisi pertama tersebut. Sebut saja, duet Bambang dengan Aliyudin di lini depan. Atau, kiper asal Moldova Evgeny Khmaruk.

Karena itu, sesumbar Bambang tersebut bukan tidak mungkin akan terwujud. Sebab, dengan dominasi pemain baru, luka di dua musim sebelumnya sudah bisa dihapus. Apalagi, kekuatan Persija musim ini sudah sangat teruji. Untuk bisa menjejakkan diri di semifinal, mereka telah menyingkirkan tim-tim tangguh seperti PSIS Semarang, PSM Makassar, dan Deltras Sidoarjo.

Jalan yang tentu saja jauh berbeda dengan yang dilalui Persipura. Sebab, untuk bisa sampai di semifinal, Eduard Ivakdalam dkk hampir tak mengalami ujian berat. Lawan-lawan mereka di babak sebelumnya hanyalah tim-tim kecil macam Persidafon Dafonsoro, Persemaltra Tual, atau Persido Donggala.

“Di semifinal besok (hari ini, Red), kami juga akan didukung ribuan suporter. Tentunya, kami akan manfaatkan atmosfer itu untuk mengalahkan Persipura,” tutur Isman Jasulmei, asisten pelatih Persija.

“Persija memang lebih hebat dan kuat daripada kami. Kami tentu hanya akan belajar dengan mereka. Namun, kami juga berharap bisa mengulang kejayaan untuk kali ketiga,” timpal Raja Isa, pelatih Persipura.

Di semifinal, Persija sudah bisa kembali memainkan Ismed Sofyan yang sempat absen saat lawan Deltras di delapan besar. Itu jelas menjadi suntikan yang sangat berarti, meski mereka tidak bisa diperkuat salah satu amunisi muda M. Ilham. Persipura sendiri juga tidak mengalami kendala berarti. Hanya Heru Nerli yang dipastikan absen. Namun, hal tersebut bisa tertutup dengan bisa ditampilkannya striker andalan mereka Boaz Salossa. (fim/iro)

Sumber : Jawapos


Tarif Seluler Turun 10-15 Persen

10, Januari 2008

Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) memastikan tarif ritel seluler akan turun sekitar 10-15 persen dalam waktu dekat pada 2008. Depkominfo butuh dua kali pertemuan lagi dengan operator seluler untuk memfinalkan keputusan tersebut.“Senin (14 Januari) depan, kita undang semua operator untuk mengkonfirmasi tarif
ini,” ujarnya seusai first breakfast meeting 2008 dengan sejumlah operator telekomunikasi di Jakarta, kemarin.

Penurunan tarif itu, ditargetkan bisa terlaksana pada akhir Januari 2008. Namun, besaran penurunan tarif itu tidak ditetapkan untuk tiap operator.

Lebih jauh Nuh mengatakan, penurunan tarif ritel tidak bisa serta-merta diimplementasikan, meski diskusi dengan seluruh operator telah dilakukan. Ia menuturkan, implementasi tarif baru itu harus menunggu kesiapan operator.

Meski begitu, persiapan ini tak memerlukan waktu lama karena sistem mereka
sudah berbasis komputer. “Mereka perlu menata ulang sistem komputernya dengan tarif yang baru ini,” terangnya.

Dia menambahkan, penetapan tarif baru ini bukan sebagai bentuk campur tangan pemerintah atas kebijakan operator. Namun, pihaknya hanya menjalankan fungsi sebagai regulator yang dalam hal ini melindungi konsumen dari tarif yang terlalu tinggi.

“Juga menjaga kompetisi antaroperator agar tidak mengarah pada price predatory atau menetapkan tarif di bawah biaya produksinya,” tuturnya.

Di sisi lain, Nuh memastikan penurunan tarif ritel akan mendongkrak keuntungan operator. “Saya pastikan kalau tarif turun, untung akan naik. Coba buktikan saja dengan menurunkan tarif,” tegasnya.

Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Kiskenda enggan berkomentar banyak soal penurunan tarif tersebut. Sambil berlalu, dia hanya mengatakan, Telkomsel akan memenuhi semua keputusan pemerintah. “Kita akan comply (memenuhi),” terangnya.

Sementara Direktur Corporate Services PTÂ Indosat Tbk (Indosat) Wahyu Wijayadi mengatakan, ke depan tren tarif seluler akan semakin menurun. “Saat ini, industri telekomunikasi sedang tumbuh, tapi saat nanti berada di fase mature (dewasa) secara natural tarif akan turun,” ujarnya.

Kondisi ini, sambung dia, didukung oleh perangkat-perangkat teknologi yang
semakin efisien sehingga operator memungkinkan memangkas biaya produksi. Namun, saat dimintai pendapatnya soal penurunan tarif itu, Wahyu tidak mau berkomentar.

Demikian juga Direktur Utama PT Excelcomindo Pratama Tbk, Hasnul Suhaimi. “Saya tidak mau komentar sekarang,” jelasnya. (tom/wir)

Sumber : Fajar