Undangan Pernikahan Tardi

26, Juli 2009

Kepada Yang Terhormat:
Forskal 35 di Manapun Berada.

Akan Menikah :

Sutardi S.ST.Pi  Dengan Yuditha Prasma Tania

Akad Nikah         : Kamis, 13 Agustus 2009
Resepsi                 : Sabtu, 15 Agustus 2009
Tempat                 :  Jl. Raya Bogor Komp. Zeni TNI AD, Jakarta Timur

Demikian disampaikan, mohon kehadiran dan Doa Restunya……

Contact Person :   Arthur Nuna : 081380522775
                                     Dhade : 08161404053
                                     Poer NBX : 08159963130


Indonesia Fish and Sea food expo 2008

5, November 2008
Jakarta- Indonesia Fish and Sea food expo, Indonesia Onamental Fish and Jakarta Sea Food Expo 2008 merupakan one stop fisheries and sea food product 2008 tidak salah lagi jika segala produk/makanan yang berbahan baku terbuat dari hasil-hasil laut di tampilkan disini.

Mulai dari jenis ikan hias yang indah sampai dengan makan yang dianggap ekstrim jika di konsumsi namun kasiatnnya luar biasa untuk kesehatan manusia. Pameran yang digelar di Jakarta Convesion Center (JCC) berlangsung selama tiga hari itu (30 Okt-1 Sep)mengundang perhatian public yang gemar mengoleksi dan mengkonsumsi hasil-hasil laut, tidak hanya itu pengusaha kelas atas maupun kelas bawah ikut dan datang menyaksikan pertunjukan akbar itu.

Seluruh provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanannya memamerkan potensi daerah dan komoditas unggulan yang siap di investasikan. Contohnnya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua hannya memamerkan beberapa jenis bahan kering komoditas unggulannya seperti rumput laut, Ikan asar, Ikan asin, gelembung ikan, kerang dan teripang. Selain itu Provinsi Papua juga menampilkan data potensi dan peluang investasi yang cukup menjanjikan jika di kelolah. Penanggung jawab stand Dinas Perikanan Provinsi Papua Ir. Sihar Simatupang mengatakan provinsi Papua hanya menampilkan Data potensi dan peluang investasi dan beberapa produk olahan unggulan.
Jika selama ini dimata masyarakat Indonesia Papua merupakan daerah yang rawan konflik semua ditepisnnya dengan tawaran investasi yang nyaman. Masyarakat Papua mengolah hasil-hasil lautnnya masih dengan cara tradisional.“kami hanya tampilkan data dan potensi, namun siapapun yang ingin berinvestasi di sana kami siap membantu dan “menfasilitasi” “.ajaknnya.
Selain Provinsi Papua, Provinsi Nanggro Aceh Darussalam memamerkan ukiran-ukiran yang terbuat dari keong dan kerang mutiara. Provinsi Sulawesi Tenggara memamerkan beberapa jenis ikan hias yang langka diambil dari taman laut nasional Hoga (Wakatobi), Kalimantan Barat menampilkan Ikan arowana yang hargannya mencapai puluhan juta rupiah. Kalimantan Timur menyajikan bakso rumput laut.. NTT menampilkan berbagai jenis mutiara bahkan Bianaan Dirjen P2HP menempilkan seluruh produk kerupuk yang terbuat dari ikan. (wan)

Teluk Lampung Tercemar Berat Bahan Organik dan Nutrien

5, November 2008

Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung memastikan berbagai aktivitas yang diikuti pembuangan limbah langsung ke Teluk Lampung sudah mencemari perairan tersebut. Teluk Lampung diketahui mengandung bahan organik dan unsur-unsur nitrogen yang tinggi sehingga berbahaya bagi ikan dan udang.

Kepala BBPBL Lampung, M Murdjani, Kamis (23/10) pada Seminar Seminar Tripartit yang dihadiri pelaku usaha perikanan udang dan kerapu, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kabupaten Pesawaran mengatakan, kegiatan-kegiatan yang sangat berpengaruh terhadap kualitas air di perairan Teluk Lampung adalah kegiatan industri, rumah tangga, pertanian, dan pertambakan. Berbagai kegiatan itu memberi kontribusi masuknya limbah yang cukup tinggi serta terus menerus ke Teluk Lampung.

Untuk mengetahui kualitas air Teluk Lampung, petugas BBPBL Lampung mengambil contoh air di enam titik yang tersebar di Teluk Lampung dan menelitinya mulai JanuariAgustus 2008. Enam titik itu di Tanjung Putus, Puhawang, Ringgung, Teluk Hurun, Tarahan, dan Kalianda.

Di enam titik tersebut, selain aktivitas rumah tangga dan industri, aktivitas yang paling banyak adalah aktivitas pertambakan udang intensif dan keramba jaring apung (KJA) dengan budidaya utama kerapu.

Contoh air dari enam titik di Teluk Lampung diuji di laboratorium untuk mengukur kandungan nutrien, kandungan total bahan organik (TOM), dan mengindentifikasi plankton. Hasil pengukuran dan pengujian menunjukkan kualitas oksig en terlarut (DO), suhu, pH, serta kadar garam atau salinitas di enam lokasi itu relatif stabil.

Namun untuk pengukuran TOM antara satu lokasi dengan lokasi lain fluktuatif. Konsentrasi tertinggi ada di Teluk Hurun dengan kandungan di atas 60 ppm. Lokasi kedua yang mengandung konsentrasi TOM tinggi ada di Tanjung Putus sekitar 48 ppm sementara di Tarahan sekitar 40 ppm.

Untuk kandungan nutrien, konsentrasi nutrien di Teluk Hurun dan Tanjung Putus cenderung lebih tinggi dibanding empat lokasi lain. BBPBL Lampung memastikan dilihat dari banyaknya kegiatan budidaya perikanan baik KJA maupun tambak udang intensif di sepanjang pesisir Teluk Lampung khususnya di lokasi itu memberi kontribusi peningkatan masuknya limbah organik ke perairan.

Tambak udang memberi kontribusi peningkatan kandungan nutrien dari pembuangan limbah tambak yang tidak melalui pengolahan atau perlakuan, sehingga limbah tambak yang mengandung sisa-sisa makanan langsung terbuang ke laut. Hal demikian juga berlaku bagi KJA.

Tingginya kandungan unsur nutrien ini berbahaya karena dapat mempengaruhi tingkat kesuburan perairan dan memicu peningkatan plankton. “Apabila yang meningkat adalah beberapa spesies dari plankton yang beracun atau dari kelompok dinoflagellata, maka akan berbahaya bagi manusia,” ujar Murdjani.

Menurut Murdjani, manusia bisa keracunan karena plankton-plankton tersebut terakumulasi dalam ikan atau udang. Penderita bisa mengalami gangguan syaraf, pusing, sakit perut/diare, serta kejang-kejang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung, Untung Sugiyatno mengatakan, tingginya tingkat pencemaran dapat berbahaya bagi budidaya perikanan udang dan KJA. “Sudah saatnya pemilik usaha perikanan mawas diri,” ujarnya.

Tambak-tambak yang tidak dilengkapi dengan unit pengolahan limbah (UPL) sebaiknya segera melengkapi diri dengan UPL. Sementara KJA disarankan untuk tidak asal membuang sisa-sisa pakan ke dalam perairan.


Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Kelautan Perlu SDM Kelautan Yang Handal

5, November 2008
Menteri Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Fredi Numberi mengatakan dirinnya selalu insan kelautan, mengajak seluruh insan perikanan dan kelautan lebih giat mendalami IPTEK, dimana dalam bidang kelautan masih banyak peluang teknologi yang bisa digali lebih jauh. Demikian imbaunnya belum lama ini.
Di ungkapkan, Seringkali kita bicara besarnya potensi sumberdaya alam yang dimiliki oleh indonesia, namun seringkali juga kita lupa bahwa pemanfaatan potensi yang besar tersebut akan menjadi terhambat apabila dukungan IPTEK tidak secara simultan dilakukan. atau bahkan laju pemanfaatan tersebut dapat menjadi tidak terkendali jika teknologi yang diterapkan bersifat merusak dan tidak memikirkan kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan.
Di sisi lain, IPTEK tak mungkin bisa berkembang tanpa peningkatan kualitas sumberdaya manusai (SDM). Keduanya harus berjalan beriringan dan bersinergi. SDM yang tangguh dari segi kualitas dan kuantitas akan menunjang.Lebih lanjut Numberi mengatakan bahwa pengembangan dan penerapan bioteknologi kelautan antara lain untuk industri farmasi, makanan, kosmetik melalui teknik ekstraksi, bioactive subtances atau marine natural priduct. Tukasnnya.
Tidak hanya itu, pengembangan serta penerapan teknologi eksplorasi dan eksploitasai sumberdaya alam tidak dapat pulih seperti pertambangan masih dapat di kembangkan. ”Jadi bukan hanya bioteknologi namun eksploitasi sumberdaya alam seperti pertambangan dapat berkembangkan diwilayah Indonesia tentunya dengan penelitian dan di backup sumberdaya manusia yang handal”, jelasnnya.
Dijelaskan, selain pengembangan bioteknologi dan eksplorasi dan ekploitasi masih ada pengembangan serta penerapan teknologi pendayagunaan potensi sumberdaya energi non konvensional seperti OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion), energi kinetik dari pasang surut dan gelombang laut, serta energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Contohnya Pengembangan teknologi eksplorasi laut dalam (deep sea water eksploration), Penguasaan, pengembangan dan penerapan teknologi pengelolaan limbah di kawasan pesisir dan laut serta pengendalianya, serta Penerapan IPTEK lain untuk berbagai bidang yang terkait dengan pengembangaan teknologi kelautan dan kemaritiman. (wan)

Ekspor Ikan Indonesia Kalah dari Singapura

5, November 2008

 Setiap tahun, kinerja ekspor ikan hias Indonesia ternyata masih kalah dari Singapura. Padahal, 90% pasokan kebutuhan ikan negara itu berasal dari Indonesia. Belum lagi luas wilayah laut Indonesia ratusan kali lipat ketimbang laut milik Singapura. Ironis, memang.

Di perdagangan global, pangsa pasar ikan hias Indonesia berkisar 7,5%. Sedangkan Singapura mencapai 22,8%. Data Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) pada 2005 menunjukkan nilai ekspor ikan hias Indonesia mencapai US$ 17,5 juta. Tahun berikutnya turun menjadi US$ 13,8 juta. Tahun lalu, lebih anjlok lagi menjadi US$ 9,3 juta.

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengatakan, hambatan terbesar ekspor ikan hias adalah transportasi setelah Eropa melarang maskapai Indonesia terbang ke Eropa beberapa waktu lalu. “Pengusaha harus mencari maskapai lain yang bisa langsung ke Eropa dan Amerika,” katanya.

Singapura memanfaatkan hambatan transportasi ini. Sebab, mau tidak mau, ekspor ikan hias Indonesia harus melalui Singapura. Tidak jarang, ikan hias Indonesia diklaim menjadi milik negara itu. Akibatnya, nilai dan volume ekspor Singapura terus naik dan Indonesia turun.

Menurut Freddy, peluang ekspor ikan hias sangat besar. Apalagi, kegiatan usaha ini memiliki beberapa keunggulan komparatif. Seperti, tidak memerlukan modal besar, dapat dilakukan pada skala industri rumah tangga, pasarnya tidak pernah jenuh, dan mudah mengembangkan strain baru.

Jenis ikan hias air laut Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional adalah clown fish dan banggai cardinal fish. Sedang jenis ikan hias asal Indonesia yang menjadi favorit di luar negeri adalah arwana, botia, serta cupang.

Mengatasi masalah transportasi, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan DKP, Martani Huseini mengatakan, pemerintah berupaya mencari alat transportasi yang langsung menuju negara tujuan ekspor. “Jadi, pengangkutannya tak harus mampir ke Singapura,” katanya.

Selain ekspor ke Eropa, pemerintah juga berupaya mengenalkan secara lebih luas produk ikan hias Indonesia ke negara-negara lain yang berpotensi menjadi pasar baru. (kontan)


Semburan Air di Gorontalo Resahkan Warga

16, Juli 2008

Semburan air dari dalam tanah setinggi 10 meter di Desa Tilodea, Kecamatan Telaga, Kota Gorontalo meresahkan warga setempat. Pasalnya, semburan air yang cukup kencang itu tak kunjung berhenti dalam tiga hari terakhir.

“Kami khawatir apa didalam semburan itu ada gas berbahaya atau justru akan sama nasibnya dengan semburan lumpur di Porong,” kata Atin, salah seorang warga setempat.

Sama halnya dengan Atin, warga lain juga was-was dengan semburan yang tingginya mencapai pohon kelapa itu. Pemandangan yang jarang terjadi itu bahkan menyedot perhatian masyarakat dari wilayah lain, dimana ratusan warga berbondong-bondong mendatangi tempat tersebut.

Sementara itu, menurut saksi mata, Jumra Ishak, mengaku semburan itu terjadi saat dilakukan pengeboran pada Sabtu (12/7) pukul 11.00 WITA untuk mendapatkan sumber air baru. “Kami memang sengaja mengebor di tempat itu, untuk membuka lahan sawah yang baru,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, setelah dibor hingga kedalaman 54 kilometer terdengar ledakan dari bawah tanah dan membuat panik sejumlah pekerja. “Beberapa menit kemudian, tiba-tiba ada semburan air kencang sekali,” tambahnya.

Warga setempat berharap pihak Dinas Pertambangan dan Energi segera meneliti hal tersebut dan memberi penjelasan kepada masyarakat mengenai fenomena itu


Perusahaan Pengolahan Ikan Ditutup Bupati

16, Juli 2008

Bupati Kaimana di Papua Barat, Hasan Achmad menghentikan sementara kegiatan pembangunan pengolahan perikanan PT Avona Mina Lestari di sekitar wilayah Namatota, Teluk Triton. Pasalnya, perusahaan ini belum melengkapi diri dengan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan di atas lahan yang didirikan di atas kawasan konservasi laut daerah.
 
”Saya tidak mau mengejar investasi keuntungan dengan mengorbankan dampak sosial dan fisik bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Hasan Achmad, Jumat (11/7) di Jayapura, Papua.
 
Ia mengakui pendirian perusahaan ini telah mendapatkan izin dari masyarakat Namatotal. Surat kontrak ini ditandatangani Raja Namatota, Hayum Ombaier sebagai pemilik hak petuanan/ ulayat wilayah Namufa dan Arawala. Disebutkan, kontrak bernilai 2.150 dollar amerika per tahun untuk areal seluas 10 hektar ini berlaku dari 9 Juni 2008 hingga 8 Juni 2038 atau 30 tahun.
 
Hasan Achmad mengatakan, penyerahan hak ulayat kepada pengontrak Dwi Sulis Setyowati (28), warga Teluk Etna Kaimana ini tidak secara otomatis aktivitas pembangunan perusahaan perikanan. Namun menurut informasi, di kawasan itu telah dipasang patok-patok pembatas dan siap dibangun.
 
Dikatakan, Pemkab sangat berhati-hati terhadap pembangunan di kawasan Teluk Triton. Ini karena pada April kemarin hampir seluruh tokoh adat dan kepala suku Maerasi, Irarutu, Koiway, Oburau, Madewana, dan Kuri mendeklarasikan kawasan konservasi laut daerah. Mereka menyerahkan kewenangan pengelolaan Teluk Triton seluas 539.484 hektar kepada pemerintah kabupaten.
 
“Sebelum kegiatan harus ada dokumen Amdal. Saya sudah minta Universitas Negeri Papua untuk mengurus Amdal,” ujar putra Namatota ini. Dijelaskan, Avona telah memiliki usaha penampungan ikan di Kaimana.
 
Usaha perikanan yang akan didirikan di Namatota ini, ujar Bupati, merupakan industri pengolahan ikan. Nilai investasi yang ditawarkan sebesar Rp 60 miliar dengan merekrut 1.000 tenaga kerja. ”Ini merupakan industri pengolahan siap ekspor. Memang limbar cairnya dapat mencemari lingkungan. Karena itu perlu dokumen Amdal sebelum beroperasi,” ujarnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.